Menindaklanjuti laporan dari masyarakat serta hasil verifikasi internal Panitia Penghargaan Liputan Media Terbaik dengan tema "Gerak Bersama, Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman" yang diselenggarakan Komnas Perempuan dan AJI Indonesia, mengenai karya pemenang harapan kategori media umum, Panitia Pelaksana dengan ini menyampaikan poin-poin klarifikasi sebagai berikut:
Panitia telah menemukan bukti yang valid bahwa karya jurnalistik atas nama M. Hikmal Yazid dengan judul Perlawanan Mama-Mama Enggros Menjaga Ruang Hidup dan Martabat yang diterbitkan di Seputardesa.com memiliki kemiripan substansial , berupa penggunaan struktur dan materi reportase di lapangan dengan artikel TelusuRI (www.telusuri.id) berjudul Menanti Petronela-Petronela Baru Penjaga Hutan Perempuan Teluk Youtefa.
Tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap poin pernyataan keaslian karya yang telah ditandatangani oleh peserta saat mengisi formulir lomba, yang berbunyi: "Karya jurnalistik yang saya kirimkan adalah hasil karya asli saya, bukan plagiasi, dan telah dipublikasikan di media sesuai ketentuan lomba."
Pihak yang bersangkutan (M. Hikmal Yazid) telah mengakui bahwa artikel tersebut telah menggunakan referensi konten dan foto dari beberapa media diantaranya TelusuRI tanpa atribusi sumber dan mengakui pernyataan yang diberikan dalam formulir pendaftaran lomba tersebut adalah tidak benar dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada panitia.
Untuk menjaga kredibilitas lomba, martabat dewan juri, serta asas keadilan bagi peserta lain yang menjunjung tinggi etika jurnalistik, Panitia memutuskan:
Membatalkan status pemenang harapan atas nama M. Hikmal Yazid dengan karya berjudul Mama-Mama Enggros Menjaga Ruang Hidup dan Martabat dalam kategori Media Umum.
Mendiskualifikasi yang bersangkutan dari keikutsertaan lomba ini secara keseluruhan.
Mewajibkan yang bersangkutan untuk mengembalikan hadiah, sertifikat, atau kompensasi apa pun yang telah diterima (jika sudah diserahkan).
Panitia dan Dewan Juri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami untuk memperketat proses verifikasi di masa mendatang demi menjaga marwah penghargaan jurnalistik yang jujur dan berintegritas.
Demikian klarifikasi ini kami sampaikan untuk diketahui oleh publik.
