Buku saku Menulis dengan Empati dan Tanggung Jawab lahir dari kegelisahan atas cara femisida kerap hadir dalam pemberitaan—sekadar sebagai angka dan peristiwa kriminal, tanpa menggali akar ketimpangan dan dampak kemanusiaannya. Femisida bukanlah kejadian tunggal, melainkan puncak dari relasi kuasa yang timpang, kekerasan berbasis gender yang berulang, serta kegagalan sistem dalam melindungi perempuan.
Melalui perspektif jurnalisme berperspektif gender dan korban, buku ini mengajak jurnalis untuk merefleksikan peran strategis media dalam membentuk pemahaman publik. Disusun oleh Divisi Resource Center dan Divisi Partisipasi Masyarakat, buku ini menyajikan panduan praktis bagi jurnalis agar dapat meliput femisida dengan empati, tanggung jawab, dan prinsip do no harm—tanpa menyudutkan korban atau mereproduksi stigma.
Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini menegaskan bahwa jurnalisme memiliki kekuatan untuk menghadirkan kepedulian, mendorong pembelajaran publik, serta membuka jalan bagi upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Di balik setiap berita femisida, ada nyawa, martabat, dan trauma yang harus dihormati—serta harapan akan keadilan yang patut diperjuangkan bersama.
