Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyelenggarakan Refleksi Kongres Sumpah Pemuda bertajuk “Merawat Komitmen Ikrar Sumpah Pemuda pada Kebhinnekaan dan Menjaga Tanah, Air, serta Bahasa-bahasa Nusantara” pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Kampanye Bhinneka Itu Indonesia 2026 yang mengusung tema “Filosofi Air, Tanah, dan Bahasa Nusantara.”
Melibatkan pemudi dan pemuda dari berbagai kelompok keagamaan, komunitas muda masyarakat adat, serta anak muda yang peduli terhadap isu lingkungan, iklim, dan agraria, kegiatan ini mengajak generasi muda merefleksikan kembali semangat Sumpah Pemuda sebagai fondasi persatuan dalam keberagaman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan napak tilas sejarah Kongres Pemuda 1928 di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. Para peserta menyaksikan pemutaran film sejarah kongres pemuda dan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenali kembali perjalanan lahirnya Sumpah Pemuda dan memaknai semangat persatuan yang diperjuangkan para pemuda dari berbagai latar belakang.
Para peserta mengeksplorasi Museum Sumpah Pemuda sekaligus membuat konten kreatif untuk dibagikan melalui media sosial masing-masing. Aktivitas ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan kembali nilai-nilai persatuan, kebhinnekaan, dan sejarah perjuangan bangsa melalui cara yang dekat dengan kehidupan mereka.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama yang menghadirkan dua pembicara sebagai pemantik refleksi. Diskusi mengangkat relevansi Sumpah Pemuda dalam situasi kebangsaan Indonesia saat ini serta filosofi air, tanah, dan bahasa sebagai fondasi kehidupan bersama yang diwariskan masyarakat adat Nusantara.
Dalam berbagai pengetahuan lokal, air dimaknai sebagai sumber kehidupan, tanah sebagai ruang hidup dan identitas, sementara bahasa menjadi penjaga pengetahuan, sejarah, dan nilai-nilai penghormatan terhadap alam. Refleksi ini mengajak generasi muda memahami bahwa menjaga kebhinnekaan juga berarti merawat lingkungan, menghormati hak masyarakat adat, serta melestarikan bahasa dan pengetahuan lokal.
Komnas Perempuan mengumumkan para pemenang Duta Bhinneka 2026 sebagai bagian dari rangkaian Kampanye Bhinneka Itu Indonesia. Sebelmnya, para peserta pemilihan Duta Bhinneka telah mengikuti pelatihan daring (online bootcamp) di bulan September dan Oktober 2026.
Duta Bhinneka diharapkan menjadi juru cerita (storyteller) sekaligus penggerak kampanye keberagaman dengan mengangkat kisah-kisah masyarakat adat mengenai asal-usul pangan, makna tanah dan air, serta praktik pelestarian alam yang diwariskan lintas generasi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda yang dipimpin oleh Duta Bhinneka terpilih. Momentum ini menjadi simbol peneguhan komitmen generasi muda untuk terus merawat persatuan, menghormati perbedaan, serta menjaga tanah, air, dan bahasa-bahasa Nusantara sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa.
Melalui Kampanye Bhinneka Itu Indonesia 2026, Komnas Perempuan menegaskan pentingnya membangun kehidupan bersama yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus hidup melalui peran aktif generasi muda dalam memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman Indonesia.
