Kick Off 16 HAKTP 2025: Ajak Publik Mengembalikan Ruang Aman bagi Perempuan

todaySabtu, 22 November 2025
22
Nov-2025
132
0

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan membuka rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2025 melalui sejumlah kegiatan pembuka yang dimulai di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada pagi hari dan dilanjutkan dengan penyelenggaraan Kick Off utama di Balai Kota Jakarta, Sabtu (22/11/2025). Kampanye global 16 HAKTP yang digelar setiap 25 November hingga 10 Desember ini pertama kali diprakarsai oleh aktivis perempuan internasional pada 1991, dan sejak 2001 menjadi agenda tahunan Komnas Perempuan untuk memperkuat gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Tahun ini, melalui tema besar “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman” yang mengajak masyarakat melihat bahwa perlindungan perempuan tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi dan kesadaran kolektif. Tema tersebut mengemuka di tengah angka kekerasan terhadap perempuan yang masih sangat tinggi, sebagaimana tercatat dalam CATAHU Komnas Perempuan 2024 dengan jumlah laporan lebih dari 330.097. Angka ini menjadi alarm bahwa ruang aman bagi perempuan masih rapuh di banyak tempat.

Acara di Balai Kota yang berlangsung sejak siang hari ini diikuti oleh lebih dari 400 yang hadir secara luring serta melalui Live Streaming di kanal Youtube Komnas Perempuan. Kegiatan ini diawali dengan laporan Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainah, yang kemudian disusul dengan pengantar dari Ketua Komnas Perempuan Mariah Ulfah Anshor, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Kehadiran beragam peserta, mulai dari ibu-ibu PKK, komunitas Tuli, siswa siswi dari beberapa sekolah, perwakilan media, hingga jaringan masyarakat sipil, menunjukkan bahwa isu ruang aman dipandang penting oleh banyak kelompok dalam masyarakat. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan antusias dan menyimak pemaparan mengenai kampanye tahun ini.

Gelaran Kick Off ini sekaligus menjadi kesempatan bagi publik untuk melihat arah kampanye tahun ini, khususnya terkait pentingnya ruang aman bagi perempuan. Melalui kegiatan ini Komnas Perempuan mengajak untuk memahami bahwa kampanye 16 HAKTP bukan hanya rangkaian kegiatan seremonial, tetapi juga merupakan upaya berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi, akses layanan, dan pemulihan bagi perempuan di berbagai ruang kehidupan.

Suasana diskusi terasa hangat dan terbuka, menandakan luasnya perhatian publik terhadap upaya memutus rantai kekerasan terhadap perempuan. Kegiatan berada pada sesi talkshow yang membahas berbagai persoalan seputar ruang aman dan perjuangan penyintas. Dalam percakapan tersebut, Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, menegaskan bahwa “Komnas Perempuan tidak bisa bekerja sendiri.Ketika pemerintah, UN agencies, dan masyarakat terlibat, kita bisa berkolaborasi. Inilah andil bersama untuk menghadirkan ruang aman bagi perempuan.”

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menyoroti bahwa penyintas masih menghadapi banyak tantangan dalam proses layanan. Ia menjelaskan, “Banyak proses layanan belum berperspektif korban. Ketika perempuan harus menceritakan ulang kasusnya berkali kali, mereka kehilangan rasa aman. Ini yang harus kita benahi bersama.” Ucapannya menjadi pengingat bahwa reformasi layanan merupakan langkah krusial dalam pemulihan penyintas.

Pandangan dari sisi pendampingan hukum disampaikan Direktur LBH APIK Jakarta, Uli Pangaribuan, yang menegaskan bahwa keselamatan korban harus menjadi pusat perhatian, “Layanan harus berbasiskan korban. Ruang aman harus dijaga. Rumah aman terbatas, dan negara harus hadir.”, ujarnya. Sementara itu, Tenaga Ahli Psikologi Klinis Pusat PPA Provinsi DKI Jakarta, Noridha Weningsari, menambahkan bagaimana trauma dapat muncul kembali dari proses layanan yang tidak sensitif. Ia menegaskan, “Korban sering mengalami trauma berulang karena harus menceritakan pengalaman berkali kali. Layanan terpadu memastikan mereka punya ruang aman saat ingin speak up.”

Seluruh diskusi di Balai Kota berputar pada satu pesan penting. Ruang aman bukan hanya berbicara soal fasilitas atau layanan, tetapi tentang bagaimana masyarakat memperlakukan perempuan dan penyintas dengan empati serta menghormati pengalaman mereka. Ketika lingkungan sosial mampu menyediakan ruang untuk mendengarkan tanpa menghakimi, saat itulah pemulihan bisa berlangsung dengan lebih bermartabat.

Kick Off 16 HAKTP 2025 di Balai Kota Jakarta menjadi penanda dimulainya rangkaian kampanye nasional yang bertujuan mengajak masyarakat bergerak bersama dalam menciptakan ruang yang lebih aman bagi perempuan. Selama kampanye berlangsung, mulai 25 November hingga 10 Desember, Komnas Perempuan mengundang publik untuk berpartisipasi melalui berbagai kegiatan edukasi, diskusi, serta aksi yang mendorong kepedulian dan solidaritas. Dengan mengikuti kegiatan, membagikan pengetahuan yang diperoleh, atau mengambil peran di lingkungan masing masing, setiap orang dapat memberikan kontribusi nyata untuk memperkuat upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta dukungan UNFPA dan Pemerintah Kanada melalui program BERANI II, Komnas Perempuan kembali menegaskan komitmennya terhadap penguatan perlindungan perempuan Indonesia. Kick Off di Balai Kota menjadi awal yang penuh energi untuk kampanye tahun ini, sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan panjang menuju ruang aman tidak bisa ditempuh sendirian. Perjalanan untuk mewujudkan ruang aman bagi perempuan adalah proses panjang yang hanya bisa dicapai ketika banyak orang mengambil langkah kecil dari tempatnya masing masing. Semangat Kampanye 16 HAKTP tahun ini ingin menegaskan sebuah pesan yang sederhana namun kuat: setiap orang punya andil, dan setiap andil memiliki arti bagi perempuan yang ingin hidup dengan rasa aman di ruang ruang yang mereka huni.

Penulis : Akhtar Destio Permana

 

Pertanyaan/Komentar
clear
clear
location_on
Jl. Latuharhary No.4B 1, RT.1/RW.4, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310
call
Nomor Telpon/Fax
+62-21-3903963
+62-21-3903922 (Fax)
mail
Surat Elektronik
public
Ikuti Kami
privacy_tip
Disclaimer
Semua materi didalam website komnasperempuan.go.id diperuntukan bagi kepentingan HAM khususnya dalam Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia
Copyright © 2023. Komnas Perempuan
accessibility_new
Menu Aksesibilitas